Memimpin suatu sekolah tentu merupakan suatu tugas mulia dalam membantu pemerintah untuk membangun pendidikan di Indonesia. Namun untuk itu perlu dimatangkan suatu konsep kepemimpinan sekolah (school leadership). Lalu seperti apa konsep kepemimpinan disekolah? Yuk kita simak dibawah ini!

Setiap sekolah tentu memiliki konsep kepemimpinan yang berbeda-beda, setiap konsep tersebut akan disesuaikan dengan visi dan misi yang dijalankan disekolah. Menurut Danim (2010), kepemimpinan sekolah (school leadership) merupakan sebuah proses membimbing dan membangkitkan bakat dan energy guru, murid, dan orang tua untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikehendaki. Di Indonesia, konsepsi kepemimpinan guru terus mengalami penguatan sejak lahirnya UU No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dan PP No.74 Tahun 2008 Tentang Guru. Dalam PP No.74 Tahun 2008 kuat isyarat bahwa hanya guru yang kemudian bisa diberi jabatan pengawas.

Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh kegiatan pendidikan dalam lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab secara teknis akademis saja, akan tetapi segala kegiatan, keadaan lingkungan sekolah dengan kondisi dan situasinya, serta hubungan dengan masyarakat sekitar merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Inisiatif dan kreatif yang mengarah kepada perkembangan dan kemajuan sekolah adalah merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah. Kepala sekolah harus bekerjasama dengan para guru yang dipimpinnya, dengan orang tua murid atau BP3 serta pihak pemerintah setempat.

Kepemimpinan baik di sekolah atau di lingkungan manapun sangat erat kaaitannya dengan efektivitas kepemimpinan. Efektivitas berbeda dengan keberhasilan. Seperti yang dijelaskan secara mendalam oleh Badeni (2013) sebagai berikut:

Efektivitas mengandung makna ketepatan pencapaian tujuan yang diharapkan atau kesesuaian apa yang seharusnya dilakukan (to do the right things). Apabila kepemimpinan merupakan suatu proses memengaruhi orang lain untuk berprilaku sesuai dengan keinginan pemimpin, efektivitas kepemimpinan diukur dengan adanya kesediaan orang lain untuk berprilaku sesuai dengan tujuan pemimpin dan organisasi tanpa ada rasa paksaan. Sedangkan kepemimpinan yang berhasil adalah pemimpin yang berhasil mencapai tujuan organisasi tanpa mempertimbangkan apakah orang lain merasa terpaksa atau tidak untuk melakukannya. Atas dasar penjelasan ini, terdapat perbedaan yang jelas antara pemimpin yang berhasil dan pemimpin yang efektif. Ada seorang pemimpin berhasil tetapi tidak efektif, dan ada pula seorang pemimpin disamping berhasil ia juga efektif. Misalnya, seorang manajer menentukan tujuan, melakukan pembagian tugas, menginstruksikan kepada bawahan untuk merealisasikannya, dan bawahan yang tidak mematuhi diancam dengan hukuman/sanksi. Karena ketakutan, semua bawahan melakukannya sehingga tujuan tercapai. Akan tetapi, pada saat manajer tidak berada ditempat, bawahan malas melakukan pekerjaannya. Di sini, manajer bukan pemimpin yang efektif karena dia lebih cenderung menggunakan posisinya untuk memperoleh kepatuhan bukan pengaruhnya, yaitu pengaruh personal, sehingga seorang manajer mungkin hanya sebagai manajer bukan seorang pemimpin. Kepemimpinan dikatakan sangat efektif, apabila seorang manajer juga seorang pemimpin (leader).

Jelaslah sudah keberhasilan sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah. Seperti yang dikatakan oleh Lipham (Mulyadi, 2010) bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sangat menentukan keberhasilan sekolah. Sekolah yang efektif atau sukses hampir selalu ditentukan kepemimpinan kepala sekolah sebagai kunci kesuksesan.

Selain itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah juga sangat menentukan kesuksesan sekolah. Hal tersebut dijelaskan oleh Mulyadi (2010) bahwa hasil penelitian yang dilakukan para ahli manajemen pendidikan menyimpulkan bahwa efektivitas sekolah sangat dipengaruhi kepemimpinan kepala sekolah. Sedangkan kepala sekolah efektif ditandai tiga kriteria yaitu (1) mampu menciptakan atmosfer kondusif bagi murid untuk belajar, (2) para guru terlibat dan berkembang secara personal dan professional, dan (3) seluruh masyarakat memberi dukungan dan harapan tinggi. Jika seorang kepala sekolah dapat mengusahakan sekolah dengan tiga hal tersebut disebut kepala sekolah efektif dan sekolah yang dikelolanya disebut sebagai sekolah sukses.

Disamping itu, karakter seorang pemimpin ikut menentukan keberhasilannya menjadi pemimpin. Seperti dijelaskan oleh Covey (Muhaimin et al., 2011) bahwa faktor pemimpin yang sangat penting adalah karakter dari orang yang menjadi pemimpin tersebut. Sembilan puluh persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada karakter.

                                                                                                                        Source: Jumadalafrizal