Penerapan kurikulum 2013 tentu sudah mulai diterapkan oleh pemerintah ke sekolah-sekolah di Indonesia. Tidak hanya sekolah negeri yang wajib menggunakan kurikulum tersebut, sekolah swasta pun wajib memasukkan kurikulum 2013 ke dalam sistem belajar mengajar di sekolahnya. Lalu, apa sih sebenarnya kurikulum 2013?

Banyak sekali guru-guru yang masih belum memahami kurikulum 2013 itu sendiri dan bagaimana penyerapannya pada proses belajar mengajar. pola seperti apa yang akan berubah, dan bagaimana penerapannya. Pemerintah mencoba untuk mensosialisasi kurikulum 2013 ini dengan melakukan workshop.

Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah sistem pembelajaran yang mendorok aspek afektif atau perubahan perilaku dan kompetensi yang ingin dicapai. Kompetensi tersebut haruslah berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistic dan menyenangkan.

Kurikulum 2013 sendiri dibagi menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan. Penerapan antara tingkatan SD, SMP, SMA tentu berbeda. SD bersifat integrative sedangkan SMP & SMA menggunakan pendekatan saintifik. SMP & SMA dengan mengembangkan Mata pelajaran sedangkan SMK mengembangkan vokasional. Pendekatan saintifik tentu menggunakan 5 M: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar, dan Mengkomunikasikan. Berikut penjelasan dari pendekatan dalam kurikulum 2013:

  1. Mengamati

Dalam sistem ini peserta didik didorong untuk melihat, membaca, mendengar. Melihat dengan mengamati film, gambar, lukisan maupun iklan, sehingga peserta didik mampu memahami maksud dari objek tersebut hanya dengan mengamati lewat melihat. Membaca, peserta didik didorong untuk membaca berita, pidato, puisi, novel maupun buku sehingga melatih peserta didik untuk mengerti intonasi dan melatih potensi anak untuk profesi masa depan. Mendengar, peserta didik dilatih untuk memahami suatu konsep maupun kejadian lewat mendengar bisa dari rekaman berita, pidato, music, puisi, cerita dan lain-lain. Melalui ini peserta didik akan melatih pengatuhan mulai dari mendengarkan music daerah hingga luar negeri.

  1. Menanya

Dengan konsep ini peserta didik dilatih untuk mengidentifikasi pertanyaan dan mencoba untuk mengajukan pertanya pada suatu objek. Peserta didik akan belajar mengenai fakta, konsep, hipotesa, prinsip dan teori. Penerapan konsep ini dapat dilakukan melalui pengamatan objek binatang, tumbuhan maupun seseorang, dorong peserta didik untuk bertanya dan mengidentifikasi objek tersebut.

  1. Mengumpulkan informasi

Konsep ini mendorong siswa untuk menentukan jenis data; kualitatif atau kuantitatif, jamak atau tunggal. menentukan sumber data; melalui buku, studi dokumentasi, dokumen, internet,hasil survey, media massa. Lalu mendorong peserta didik juga untuk mengumpulkan data dengan cara melalui membaca, wawancara, observasi, eksperimen, mengumpulkan berita. Penerapannya peserta didik dapat didorong untuk melakukan penelitian dengan melakukan studi dokumentasi, observasi ke organisasi maupun badan pemerintah. Hal lain yang lebih mudah dalam penerapan ialah mendorong peserta didik untuk wawancara managemen sekolah.

  1. Menalar

Melalui konsep ini peserta didik akan didorong untuk menalar, dengan mengelompokkan, menentukan hubungan data dan juga menyimpulkan data tersebut. Peserta didik dapat menentukan apakah benar atau salah, jenis kelamin, persamaan maupun perbedaan, sebab akibat, dan menemukan jawaban atas masalah. Penerapan ini dapat dilakukan salah satunya dengan mengkaji hubungan antara ciri-ciri hewan dengan makanannya.

  1. Mengkomunikasikan

Konsep ini mendorong siswa untuk membangun good communication antar sesame siswa lainnya. Siswa dapat diberi tugas melalui menyajikan, mencoba, menerapkan. Penerapan ini dapat dilakukan melalui presentasi, tulisan, simulasi, drama sekolah, sehingga mereka belajar berkomunikasi antar siswa tentu untuk menemukan dan memecahkan masalah yang ada.

Sistem pendidikan seperti ini sudah banyak dilakukan oleh Negara-negara yang maju dalam dunia pendidikan. Namun penerapannya harus didukung oleh pelatihan guru-guru agar maksud dan tujuan dari sistem ini dapat terlaksana tidak hanya sampai kepada kepala sekolah maupun perwakilan sekolah saja, namun juga sampai kepada guru-guru lainnya.