Musim hujan adalah musim yang ditunggu-tunggu setelah musim kemarau panjang. Air hujan diharapkan dapat menyuburkan kembali tanah-tanah yang mengering. Meski demikian, musim hujan adalah musim yang patut diwaspadai. Apabila daerah tempat tinggal Mama tidak memiliki sistem saluran air yang baik, tingginya curah hujan tentu membawa risiko banjir.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek dan sekitarnya beberapa hari ini mulai meresahkan masyarakat. Pasalnya, curah hujan yang terus meningkat dengan intensitas yang cukup lama, tentu berpotensi mengundang bencana banjir khususnya di Jakarta yang berdasarkan geografi pun berada di dataran yang cukup rendah.

Tidak hanya membawa penyakit, banjir yang masuk ke dalam rumah dapat merusak furnitur ataupun benda-benda miliki keluarga, terlebih lagi apabila berkas penting juga tidak bisa terselamatkan. Ia juga menutup akses jalanan dan mengganggu aktivitas.

Kesiap siagaan individu dan keluarga sangatlah penting, karena dalam situasi darurat kitalah yang pertama kali menghadapinya. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat bantaran kali dan wilayah permukaan rendah yang menjadi langganan banjir, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Terlebih, bagi warga yang belum berpengalaman menghadapi bencana banjir, mari simak 10 langkah antisipasi menghadapi bencana banjir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berikut ini:

  1. Simak informasi terkini mengenai curah hujan dan posisi air pada pintu air melalui televisi, radio, atau lainnya
  2. Bersiaplah dengan peralatan keselamatan seperti: Radio baterai, senter, korek api gas, lilin, selimut, tikar, jas hujan, dan ban karet
  3. Amankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
  4. Siapkan bahan makanan mudah saji seperti: Mie instan, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh, dan persediaan air bersih.
  5. Siapkan obat-obatan darurat seperti: Oralit, anti-diare, dan anti-influenza.
  6. Amankan dokumen penting seperti: Ijazah, akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat, dan benda-benda berharga lainnya.
  7. Jika banjir benar-benar terjadi, matikan aliran listrik di rumah atau hubungi PLN untuk mematikan listrik di wilayah yang terkena bencana.
  8. Mengungsi ke daerah aman secepat mungkin ketika air masih mungkin untuk diseberangi.
  9. Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir.
  10. Jika air terus meninggi, hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti kantor Kepala Desa, Lurah, atau Camat.

Cara mencegah banjir membutuhkan ketekunan dan pemikiran dari awal. Dengan menerapkan beberapa langkah di atas, diharapkan mampu mengurangi resiko bencana yang dihadapi. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.