Dalam proses belajar mengajar, baik Guru maupun Siswa (terutama anak-anak dan remaja) sewaktu-waktu pasti pernah mengalami mood swing. Hal ini memang wajar namun apabila di waktu atau keadaan yang salah, bisa sangat mengganggu suasana dan aktifitas yang seharusnya semangat menjadi tidak nyaman bahkan bisa berdampak pada lawan bicara ketika kita sedang mood swing.

Mood swings merupakan perubahan suasana hati yang sangat umum dialami oleh siapa pun. Pada dasarnya, perubahan mood dan emosi ini bisa saja terjadi sesekali dan hal ini tidak disebabkan oleh kelainan tertentu. Kendati fase emosi yang fluktuatif ini akan berlalu, tetap saja Anda pun terkadang dibuat kesal dan frustrasi karenanya, bukan?

Ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang dapat mengalami mood swings, lho. Agar dapat mencegah dan memperkecil risiko munculnya kondisi ini, kenali berbagai penyebabnya berikut ini.

 

*Tanda-Tanda dan Penyebab Mood Swing

Selama perubahan emosi tidak berdampak kepada kehidupan sehari-hari, maka hal ini masih dapat dianggap normal. Namun apabila perubahan suasana hati terjadi secara drastis, sering, berlarut-larut, dan hingga menganggu aktivitas, hal ini perlu diwaspadai.

Contohnya adalah mood swing yang berlangsung selama beberapa hari atau lebih, membuat Anda menjadi sangat senang dan sedih secara tidak terkontrol, impulsif, sangat mudah tersinggung, dan tidak bisa tidur, atau bila perubahan mood sampai mengganggu kegiatan sehari-hari dan merusak hubungan dengan orang terdekat.

Terdapat berbagai penyebab seseorang mengalami mood swing, di antaranya:

1. Kondisi hormon

Dibandingkan laki-laki, remaja dan wanita memiliki kecenderungan mood swings karena mengalami fluktuasi hormon yang lebih sering seperti pada saat menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Walau begitu, laki-laki juga bukannya kebal terhadap perubahan suasana hati seperti ini. Memasuki usia 30, kadar testosteron menurun secara bertahap dan menyebabkan gangguan tidur, disfungsi ereksi, hingga mood swings.

2. Ketidakseimbangan pada otak dan tubuh

Mood swing bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia otak dan tubuh. Diantara nya adalah Dehidrasi dan kekurangan Magnesium.

Dehidrasi ringan saja sudah dapat membuatmu merasa lelah, susah berkonsentrasi, sakit kepala, hingga perubahan mood dan fungsi mental. Alasannya tidak lain karena dehidrasi membuat aliran darah menuju otak jadi berkurang serta neuron pada otak mengirim sinyal pada bagian tubuh lain yang bertanggung jawab terhadap pengaturan emosi dan suasana hati. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa dehidrasi dapat membuatmu mengalami emosi negatif seperti cemas dan marah dua kali lebih besar dibandingkan kondisi normal. Mengonsumsi alkohol dan kafein juga akan membuatmu dalam kondisi diuretik alias buang air kecil lebih sering. Akibatnya, kamu pun akan lebih mudah dehidrasi.

Sedangkan Magnesium merupakan mineral yang sangat penting dan dibutuhkan untuk berbagai reaksi biokimia di dalam tubuh, termasuk dalam pengaturan suasana hati. Studi menunjukkan bahwa kekurangan magnesium membuatmu lebih mudah sakit kepala, bad mood, depresi, cemas, dan sebagainya. Magnesium juga berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah yang bermanfaat untuk mencegah mood swings.

3. Kelelahan dan Kurang Tidur

Sesungguhnya, rasa lelah dapat terjadi sebagai akumulasi berbagai faktor seperti stress, diet tidak sehat, kondisi kesehatan yang terganggu, hingga kurang tidur. Di sisi lain, kurang tidur sendiri juga boleh jadi gejala gangguan kecemasan, stres, dan depresi. 

Bila dua kondisi ini terjadi terus menerus, baik kondisi mental maupun fisikmu pun tidak akan kembali optimal. Kamu pun jadi kurang nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Penyakit dan Gangguan mental

Menderita penyakit tertentu juga menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid dan kelainan pada otak.

Gangguan mental yang sering kali dikaitkan dengan keluhan mood swing adalah depresi, ganggung bipolar gangguan, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, dan ADHD. Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalah gunaan obat-obatan dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan mood swing.

 

*Cara Mengatasi dan Mencegah Mood Swing

Jika perubahan emosi ini tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, mood swing biasanya bisa mereda sendiri tanpa perawatan khusus. Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah munculnya perubahan mood ini, yaitu:

Menjalani gaya hidup sehat

Menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk olahraga teratur, tidur yang cukup, serta konsumsi makanan dan minuman yang sehat, dapat membantu menjaga mood tetap stabil.

Membuat mood diary

Jika mood swing sering dirasakan, amati tiap kali perubahan suasana hati ini terjadi, kapan waktunya dan apa alasannya. Kemudian catat dalam buku catatan pribadi. Dengan memerhatikan pola-pola tersebut, faktor pemicu mood swing dapat lebih mudah dikenali, sehingga bisa dihindari.

Berkonsultasi ke pskiater atau psikolog

Untuk mood swing yang parah atau sangat sering terjadi, hingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsultasikan pada psikiater atau psikolog. Psikiater atau psikolog dapat membantu Anda mengindentifikasi penyebab mood swing sekaligus memberikan penanganan yang tepat.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi mood swing. Besar harapan bagi siapapun yang mengalami mood swing dapat sadar akan kebutuhannya serta dapat mengendalikan diri dengan pencegahan yang telah disampaikan di atas. Semoga bermanfaat. Salam Pendidikan.