Murid-murid dituntut untuk selalu belajar. Namun ironisnya, banyak guru yang sekedar menyuruh namun tidak memberi contoh. Banyak guru yang sudah berhenti belajar. Akibatnya, pengajaran di kelas jadi begitu-begitu saja, kurang inovatif. Murid bosan. Di CV mungkin mereka mengaku “pengalaman mengajar sepuluh tahun” padahal arti sebenarnya adalah “pengalaman mengajar satu tahun diulang sepuluh kali. Dalam artikel ini saya ingin mengemukakan tiga alasan mengapa guru perlu menjadi lifelong learner. Semoga menginspirasi Anda para guru untuk terus belajar. Berikut adalah ketiga alasan mengapa guru perlu menjadi lifelong learner:

  1. Mengajar lebih menarik.

Guru yang selalu belajar hal-hal baru akan selalu menemukan strategi baru dan wawasan baru untuk mengajar, sehingga pengajaran jadi tidak membosankan dan semakin menarik, dapat memberikan wawasan-wawasan baru untuk mata pelajaran yang sama, dan menginspirasi murid-murid. Misalkan Anda seorang guru Fisika, sedang mengajar tentang topik energi atau kelistrikan, Anda bisa membuka wawasan murid-murid dengan membahas tentang teknologi mobil listrik, perkembangannya dan kendalanya di tanah air.

 

  1. Menularkan semangat lifelong learning kepada murid-murid.

Ilmu yang kita butuhkan untuk menjadi orang sukses di masyarakat tidak cukup didapat di sekolah. Ketika masuk dunia kerja, kita harus mengikuti training. Jika ingin mendapat promosi jabatan, kita harus mempelajari hal-hal baru yang belum pernah dipelajari di sekolah. Jika kita berpindah karir, kita perlu belajar ilmu di profesi yang baru. Sayangnya banyak orang merasa tidak perlu belajar lagi ketika sudah lulus sekolah atau kuliah, dan hidup mereka menjadi stagnan. Guru-guru perlu mengajarkan dan menekankan kepada murid-murid bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti ketika mereka lulus sekolah. Pembelajaran harus seumur hidup. Semua orang yang mencapai kesuksesan dalam hidup di bidang apapun mempunyai satu kesamaan: Mereka adalah lifelong learners.

 

  1. Memperkaya portfolio pengajaran.

Jika Anda mempunyai portfolio pembelajaran yang luas, kesempatan untuk mendapatkan tawaran karir yang lebih baik akan terbuka lebar. Contoh: Steven Sutantro[1] adalah seorang guru IPS di salah satu sekolah swasta di Jakarta. Dia mempunyai passion dalam mempelajari teknologi pendidikan. Dengan terus belajar dan berbagi ilmunya (www.edutechpost.wordpress.com), Steven mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Google for Education untuk mengadakan pelatihan Google Certified Educator dan teknologi pendidikan untuk para guru di Indonesia. Kini Steven kebanjiran tawaran mengajar dan menjadi pembicara pelatihan guru.

Demikianlah 3 alasan mengapa guru perlu menjadi lifelong learners. Semoga tulisan ini menginspirasi Anda untuk belajar seumur hidup!

 

[1] Tulisan Steven Sutantro dapat diakses di blog pribadinya www.edutechpost.wordpress.com