Bagaimana kualitas perguruan tinggi dalam menghadapi Revolusi industri 4.0?




Dunia saat ini sedang sibuk atas kedatangan Revolusi Industri 4.0. Kesibukan itu berupa aktivitas untuk melakukan persiapan dalam beradaptasi.

Kedatangan Revolusi Industri 4.0 akan mem bawa dampak besar bagi ke hidupan masyarakat di belah an dunia mana pun. Perubahan itu akan jelas pada sektor budaya, gaya hidup, pola pikir, pola kerja, dan sistem official kelembagaan pada lembaga mana pun. Kedatangan Revolusi Industri 4.0 harus dijawab dengan kesiapan sum ber daya manusia untuk berbagai sektor. Cara kerja dan output dari hasil kerja menjadi hal yang berubah di era ini. Jika tidak, tentu akan mengalami ketinggalan dan tidak mampu ber saing dalam menampilkan yang terbaik. Revolusi Industri 4.0 memang memberikan tantangan menarik sekaligus mem berikan peluang untuk mencipta kan cara baru, sistem baru, dan bu daya baru dalam kehidupan

Cara kerja ala 4.0 harus dikelola dengan baik dan mampu menghasi lkan output yang diinginkan. Dampak kehadiran Revolusi Industri 4.0 akan tampak jelas pada sektor pendidikan. Pada konteks ini, perguruan tinggi mengalami perubahan yang meliputi sistem kerja, orientasi menghasilkan lulusan, menyesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini, menerapkan metode terkini dengan diperkuat sistem informasi digital, dan kepemimpinan. Semua itu dilakukan karena orientasi ke - butuhan industri 4.0 juga berubah. Perguruan tinggi dan industri memang memiliki relasi kuat, di mana output perguruan tinggi harus bisa terpakai di dunia industri.

Menteri Ristek Dikti M Nasir mengatakan, kualitas lulusan perguruan tinggi harus meningkat dan lulusan harus responsif serta memiliki jiwa entrepreneur. Tentu ini menjadi tantangan menarik bagi perguruan tinggi untuk menjawab nya. Indikator perguruan tinggi adalah kualitas dan bukan lagi kuantitas. Pengembangan perguruan tinggi harus didasarkan pada penguatan tujuan untuk mening katkan kualitas dan menjawab kebutuhan industri sesuai Revolusi Industri 4.0.

Menjawab Tantangan

Indonesia memiliki peluang untuk menjadi yang terdepan di masa mendatang. Kebangkitan Asia bisa menjadi peluang kebangkitan Indonesia. Nah, Revolusi Industri 4.0 juga bisa menjadi peluang untuk kemajuan negeri ini. Untuk itu, produksi SDM yang andal di perguruan tinggi harus benar-benar tercapai. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Sistem Nasional Penelitian, Penerapan dan Pengembangan IPTEK, serta UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta mempertimbangkan kondisi global dan nasional, telah dirumuskan visi pendidikan tinggi, yaitu: terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.

Visi ini harus dijawab dengan strategi kuat perguruan tinggi di Indonesia untuk mencapai visi tersebut. Fakta mengatakan bahwa kehadiran Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan kehadiran teknologi komputer super serta intelegensi artifisial atau kecerdasan buatan. Pada era ini tentu akan banyak pekerjaan hilang dan digantikan dengan robot atau kecerdasan buatan. Di samping itu, akan muncul peluang pekerjaan baru dengan pola baru serta cara baru dalam menyelesaikannya. Tentu yang menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang andal dan kompeten agar mampu menjawab kebutuhan serta terus produktif dalam berkarya.

Perlu diketahui bahwa Revolusi Industri 4.0 menuntut perubahan dan penguatan kompetensi. Pada konteks ini, beberapa kompetensi yang dibutuhkan meliputi kemampuan memecahkan masalah (problem solving), kemampuan beradaptasi (adaptability), kolaborasi (collaboration), kepemimpinan (leadership), kreativitas (creativity), dan inovasi (innovation). Dengan demikian, perguruan tinggi perlu menyusun pola untuk menjawab kebutuhan tersebut agar daya saing makin kuat dan perguruan tinggi makin kuat posisinya sebagai partner industri dan tempat mengelola SDM yang andal.

Untuk menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan standar kompetensi yang di butuhkan, perguruan tinggi harus melakukan langkah-lang kah sebagai berikut; pertama, pacu kerja 4.0. Cara kerja 4.0 ini pada dasarnya adalah bagaimana kerja elemen perguruan tinggi dengan pola yang sesuai dengan era industri 4.0. Pada cara kerja 4.0 ini dibutuhkan kekuatan sinergi, kekuatan jejaring, kekuatan digitalisasi. Output-nya adalah kualitas. Cara kerja 4.0 ini benar-benar berorientasi pada hasil yang berkualitas. Kekuatan sinergi seluruh elemen perguruan tinggi dibutuhkan. Tidak lagi merasa kuat sendiri dan lemah dalam kerja tim. Kekuatan cara kerja ini ditunjukkan dengan kekuatan bersinergi.

Kedua, memacu terwujudnya World Class University (WCU). Pada konteks ini, keunggulan perguruan tinggi harus diraih dengan cara berperan secara internasional. Era global sudah tidak bisa dibendung. Maka itu, kompetensi internasional harus ada. Kolaborasi internasional harus diperkuat. Di sini akan terbentuk kekuatan karakter, kedisiplinan, bermental maju, terbukanya network internasional, serta peluang penemuan kreativitas baru. Kemajuan iptek yang menjadi kunci kemajuan SDM mudah akan terbuka dan diraih. Ketiga, memacu kontribusi nasional. Pada tahap ini, kesadaran bahwa perguruan tinggi adalah milik bangsa akan semakin menguat.

Usaha bahwa anak bangsa harus diproses maksimal diperguruan tinggi juga akan terwujud. Perguruan tinggi harus mampu membaca, melihat permasalahan bangsa yang ada, serta mampu memberikan solusi dan kontribusi dalam mengatasinya. Peran perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan SDM, namun sebagai lembaga yang ikut serta terhadap kemajuan bangsa. Keempat, memperkuat jejaring. Revolusi Industri 4.0 sangat membutuhkan perubahan dalam mengelola perguruan tinggi. Tentunya sangat memerlukan jejaring untuk bisa melakukan kolaborasi nasional dan internasional.

Penguatan jejaring juga akan membantu dalam mewujudkan cita-cita menata perguruan tinggi dari sisi SDM. Kelembagaan, infrastruktur, link and match dengan industri, dan sebagainya. Kelima, modern dan cepat. Pada konteks ini, perlu disadari bahwa perguruan tinggi melakukan proses dan menghadapi generasi digital era 4.0. Maka itu, kinerja secara modern dan kecepatan pengambilan keputusan harus dilakukan. Proses modern, cepat, dan tepat sangat dibutuhkan. Jika tidak, akan mengalami ketinggalan, bahkan dibilang kedaluwarsa. Ini merupakan fakta yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi.

Peran pemimpin perguruan tinggi yang energik, berani melakukan terobosan, cepat mengambil keputusan, dan solutif sangat dibutuhkan. Strategi tersebut sangat cocok diimplementasikan oleh perguruan tinggi untuk menjawab tantangan yang ada. Generasi digital era 4.0 akan mampu mengubah budaya dan pola kerja secara dramatis. Jika langkah-langkah strategis di ter pakan dengan baik, perguru an tinggi akan mudah mencapai cita-cita yang diharapkan. Bagaimanapun Revolusi Industri 4.0 juga membuka peluang positif bagi generasi bangsa.

M Badrus Zaman

Dosen Teknik Sistem Perkapalan ITS Surabaya, Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Surabaya