Guru/Pedidik dapat diartikan sebagai profesi yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspek, baik intelektual, emosional maupun spiritual.

Guru dalam Bahasa Jawa, menunjuk pada seorang yang pantas untuk digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakatnya. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.

Sebagai guru harus ditiru, artinya seorang guru harus menjadi suri tauladan (panutan) bagi semua muridnya. Akan tetapi banyak kita lihat guru yang yang tidak memiliki kepribadian yang baik, bahkan menjadi pendidik yang kasar dan keras dengan perilaku yang tidak layak dijadikan sebagai panutan.

Sebagai modal dasar dalam mengembangkan peran dan kewajibannya. Pendidik memerlukan aspek-aspek berikut:

1) Kompetensi personal, artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap yang patut untuk diteladani.

2) Kompetensi profesional, artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang  studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.

3) Kompetensi sosial, artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru maupun masyarakat luas.

Menurut Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, kompetensi guru terdiri atas kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Disini setidaknya ada beberapa tips dan trik bagi anda para guru untuk menjadi seorang guru yang teladan. Adapun ulasannya adalah sebagi berikut:

1. Persiapkan mental

Mental sangat diperlukan ketika kita hendak mulai mengajar karena apapun yang sudah kita persiapkan akan hancur ketika dalam penyampaiannya gugup. Tanamkanlah dalam hati rasa percaya diri yang tinggi ketika berada dalam kelas.

2. Penuhi harapan anak didik/siswa

Siswa akan berharap banyak kepada guru, karena bagi mereka guru itu sumber ilmu. Apapun yang mereka belum ketahui pasti ditanyakan kepada guru.

3. Jadilah orang tua

Menjadi orang tua kedua bagi siswa adalah salah satu tugas seorang guru serta harus siap menghadapi kemanjaan dan kenakalan mereka, seperti menghadapi anak kandung sendiri.

4. Buatlah peraturan dalam kelas

Peraturan dibuat sebagai batasan atau rambu-rambu yang harus dipatuhi semua siswa. Sebaiknya peraturan dibuat berdasarkan musyawarah bersama antara guru dan siswa, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

5. Buatlah sanksi indisipliner

Sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar peraturan pun harus telah didiskusikan dan disepakati sebelumnya antara guru dan anak didik. Jadi ketika mereka melakukan indisipliner sudah tahu sanksi yang akan mereka terima.

6. Hindari sikap tegang, selingi humor

Humor merupakan cara paling efektif bagi seorang guru untuk mencairkan suasana yang tegang ketika proses belajar mengajar berlangsung. Humor mampu menetralisir situasi.

7. Berkomunikasilah dengan semua

Berkomunikasi dengan anak didik itu sangat penting karena dari sinilah seorang guru dapat mengetahui karakter mereka. Dengan orang tua siswa juga perlu adanya komunikasi dua arah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Guru juga harus mampu berkomunikasi dengan guru lainnya dan semua pihak sekolah.

8. Guru adalah pekerjaan mulia

Tanamkan rasa ikhlas dalam menyampaikan ilmu kepada anak didik serta yakinkan dalam diri bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah mulia. Karena dari tangan gurulah generasi penerus bangsa akan tercipta. Baik buruknya mereka kita lah yang tentukan sebagai seorang guru.

Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga belajar para siswa berada pada tingkat yang optimal. Profesional guru dibangun dengan melalui berbagai penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata diperlukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan menjadi seorang pendidik.

Kita harus lebih berpikir panjang akan semua yang kita lakukan apakah memang dampak yang kita lakukan lebih ke positif atau ke negatif? Karena tugas yang harus diemban oleh para guru tentunya tidak mudah semata. Mereka bukan hanya sekadar pendidik bagi para anak didiknya, tetapi di balik itu mereka memberikan pelajaran moral yang mana tentunya akan ditiru tingkah laku mereka.

Seperti ungkapan seorang Hendry Adam, “Menggandeng tangan, Membuka Pikiran, Menyentuh hati, Membentuk masa depan. Seorang Guru berpengaruh selamanya, Ia tak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir”. Semoga para Pendidik Indonesia dapat menjadi guru yang dapat merubah masa depan murid, tidak hanya hari ini, tetapi selamanya.