Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa membuka wawasan, kreatifitas dan pola berpikir mandiri kepada peserta didik. Konsep pembelajaran yang mengacu pada teoritis dan hafalan saja akan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah sistem pembelajaran yang kurang inovatif dan kreatif dari guru dan atau sekolah.

Game edukasi adalah salah satu solusi alat atau sarana untuk belajar yang menyenangkan. Istilah yang popular yaitu game edukasi atau game pendidikan. Model game ini sangat bermanfaat untuk menambah ketertarikan dan keceriaan siswa pada materi yang akan diajarkan sehingga siswa tidak akan merasa jenuh atau  bosan pada materi yang diajarkan.

Penggunaan game edukasi berbasis simulasi lebih efektif dalam pembelajaran jika dibandingkan dengan menggunakan modul belajar. Hal tersebut karena ketika bermain game, peserta didik secara aktif menggunakan kemampuan dan pemikirannya sendiri untuk memecahkan masalah, yaitu pembelajaran learning by doing.

Adanya animasi juga dapat meningkatkan daya ingat, sehingga anak dapat menyimpan materi pelajaran dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Solusi efektif untuk media alternatif pembelajaran guru PAUD, dimana dalam game edukasi ini memiliki unsur tantangan, ketepatan, daya nalar dan etika.

Beberapa poin penting manfaat game juga dikemukakan pada forum Computer Assisted Investing Special Interest Group (SIG CAI) (uad.ac.id, 2009) adalah sebagai berikut:

  1. Jenis games yang menuntut strategi penyelesaian masalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
  2. Laki-laki dan perempuan yang dilatih bermain video game selama 1 (satu) bulan menunjukkan peningkatan pada tes ingatan, dan kemampuan melakukan berbagai tugas (multi-task).
  3. Video game dapat membuat pemainnya lebih kreatif dan mempertajam cara pikir.
  4. Menuntut Anak untuk belajar mengambil keputusan dari segala tindakan yang dilakukan.
  5. Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers lainnya secara multiplayer.
  6. Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas. Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak laki-laki.
  7. Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
  8. Meningkatkan rasa percaya diri Anak  saat mereka mampu menguasai permainan.

Seiring perkembangan Tekhnologi dan Informasi, game edukasi sudah diterapkan pada mobile device. Berbagai game edukasi sudah mudah didapatkan di era Milenial ini, contohnya  pada smartphone android maupun iOS. Beberapa contoh game yang bisa dijadikan simulator dalam pembelajaran adalah:

  1. Game bagian tubuh atau anatomi tubuh manusia, hewan dan tumbuhan
  2. Game simulator dari materi pelajaran tertentu seperti simulator daya listrik, simulator jaringan komputer, simulator kamera DSLR dll
  3. Game khusus anak usia dini seperti game mengenal angka, mengenal huruf, warna, alat-alat, profesi, kosa kata bahasa Inggris dll.

 

Game edukasi merupakan poin penting yang perlu dikembangkan untuk menambah variasi model pembelajaran di Indonesia. Namun beberapa kendala akan selalu ada, seperti faktor budaya dan sosial ekonomi. Semoga kita semua yang berperan dalam Pendidikan Indonesia dapat selalu berkembang dan dapat berkompetisi dalam Global.

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa membuka wawasan, kreatifitas dan pola berpikir mandiri kepada peserta didik. Konsep pembelajaran yang mengacu pada teoritis dan hafalan saja akan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah sistem pembelajaran yang kurang inovatif dan kreatif dari guru dan atau sekolah.

Game edukasi adalah salah satu solusi alat atau sarana untuk belajar yang menyenangkan. Istilah yang popular yaitu game edukasi atau game pendidikan. Model game ini sangat bermanfaat untuk menambah ketertarikan dan keceriaan siswa pada materi yang akan diajarkan sehingga siswa tidak akan merasa jenuh atau  bosan pada materi yang diajarkan.

Penggunaan game edukasi berbasis simulasi lebih efektif dalam pembelajaran jika dibandingkan dengan menggunakan modul belajar. Hal tersebut karena ketika bermain game, peserta didik secara aktif menggunakan kemampuan dan pemikirannya sendiri untuk memecahkan masalah, yaitu pembelajaran learning by doing.

Adanya animasi juga dapat meningkatkan daya ingat, sehingga anak dapat menyimpan materi pelajaran dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Solusi efektif untuk media alternatif pembelajaran guru PAUD, dimana dalam game edukasi ini memiliki unsur tantangan, ketepatan, daya nalar dan etika.

Beberapa poin penting manfaat game juga dikemukakan pada forum Computer Assisted Investing Special Interest Group (SIG CAI) (uad.ac.id, 2009) adalah sebagai berikut:

  1. Jenis games yang menuntut strategi penyelesaian masalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak.
  2. Laki-laki dan perempuan yang dilatih bermain video game selama 1 (satu) bulan menunjukkan peningkatan pada tes ingatan, dan kemampuan melakukan berbagai tugas (multi-task).
  3. Video game dapat membuat pemainnya lebih kreatif dan mempertajam cara pikir.
  4. Menuntut Anak untuk belajar mengambil keputusan dari segala tindakan yang dilakukan.
  5. Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers lainnya secara multiplayer.
  6. Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas. Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak laki-laki.
  7. Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
  8. Meningkatkan rasa percaya diri Anak  saat mereka mampu menguasai permainan.

Seiring perkembangan Tekhnologi dan Informasi, game edukasi sudah diterapkan pada mobile device. Berbagai game edukasi sudah mudah didapatkan di era Milenial ini, contohnya  pada smartphone android maupun iOS. Beberapa contoh game yang bisa dijadikan simulator dalam pembelajaran adalah:

  1. Game bagian tubuh atau anatomi tubuh manusia, hewan dan tumbuhan
  2. Game simulator dari materi pelajaran tertentu seperti simulator daya listrik, simulator jaringan komputer, simulator kamera DSLR dll
  3. Game khusus anak usia dini seperti game mengenal angka, mengenal huruf, warna, alat-alat, profesi, kosa kata bahasa Inggris dll.

 

Game edukasi merupakan poin penting yang perlu dikembangkan untuk menambah variasi model pembelajaran di Indonesia. Namun beberapa kendala akan selalu ada, seperti faktor budaya dan sosial ekonomi. Semoga kita semua yang berperan dalam Pendidikan Indonesia dapat selalu berkembang dan dapat berkompetisi dalam Global.