Tunjangan Profesi Guru: Apa dan Bagaimana?


Tunjangan Profesi Guru - okeinfo



    Tunjangan Profesi Guru diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan
                            pengajar di Indonesia. Apa saja kriterianya?

Sebagai seorang pendidik, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan Tunjangan Profesi Guru (TPG), bukan? Tunjangan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan negara terhadap guru atas profesionalitas dan etos kerjanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

TPG juga sering disebut dengan Tunjangan Sertifikasi. Dinamakan begitu karena tunjangan ini memang hanya diberikan kepada pendidik yang sudah mengantongi sertifikat mengajar. Adapun pemberian tunjangan ini didasarkan pada.Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Besar tunjangan profesi ini adalah satu kali gaji dan dikeluarkan setiap semester (setahun 2 kali).


Apa Syarat Mendapat TPG?

Apa Syarat Mendapat TPG - blogspot


Berdasarkan Permendikbud No. 17 Tahun 2016, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk mendapatkan tunjangan profesi guru, yaitu:

  1. Guru merupakan pegawai PNSD yang melakukan pengawasan pada satuan pendidikan dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Guru PNSD yang bertugas pada satuan pendidikan dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terkecuali untuk guru Pendidikan Agama
  3. Guru mempunyai satu atau lebih sertifikat tenaga pendidik yang sudah disertai dengan NRG atau Nomor Registrasi Guru. (NRG ini diterbitkan langsung oleh Kemendikbud dan setiap guru hanya mempunyai satu NRG meskipun guru tersebut mempunyai lebih dari satu sertifikat pendidik)
  4. Bekerja untuk satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, pasal 17 terkait dengan guru dimulai dari tahun pelajaran periode 2016/2017.
  5. Mempunyai SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) yang dikeluarkan langsung oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  6. Beban tugas dan kerja guru serta pemenuhannya akan ditentukan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dalam rombongan belajar di sekolah.
  7. Guru yang mendapatkan tugas tambahan maka pemenuhan beban kerja untuk minimal tatap muka serta tugas tambahannya akan dilaksanakan pada Satminkal (Satuan Administrasi Pangkalnya).
  8. Guru memiliki beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam tatap muka dalam jangka waktu 1 minggu untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan berdasarkan sertifikat pendidik yang dimiliki.

Adakah Tunjangan untuk Guru Honorer/Non-PNS?

Tunjangan untuk Guru Honorer/Non-PNS - jurnalpos


Bagi pengajar-pengajar muda sepertimu yang belum berstatus PNS, jangan berkecil hati karena pemerintah tetap memberikan tunjangan khusus untuk guru non-PNS/honorer, yaitu Subsidi Tunjangan Fungsional (STF) atau Tunjangan Fungsional Guru. Apa saja syaratnya?

  1. GBPNS bekerja pada satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan pemerintah yang dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan dari penyelenggara pendidikan.
  2. GBPNS mempunyai masa kerja sebagai tenaga pendidik selama sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus dan bekerja di satuan pendidikan yang dinaungi oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat.
  3. GBPNS memenuhi kewajibannya untuk mengajar sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka setiap minggu. Hal ini dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Pembagian Tugas Mengajar (SKPTM) yang diterbitkan Kepala Satuan Pendidikan dalam naungan pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat.
  4. Jika guru mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala laboratorium, kepala perpustakaan, dan lain sebagainya, maka guru yang bersangkutan harus mengajar minimal 12 jam tatap muka setiap minggunya.
  5. Untuk guru yang bertugas untuk menjadi guru bimbingan konseling maka harus mengampu setidaknya 150 peserta didik dalam satu satuan pendidikan atau lebih.
  6. Guru mempunyai NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
  7. Guru yang bersangkutan belum mempunyai sertifikat pendidik.
  8. Mempunyai nomor rekening tabungan aktif atas nama guru penerima STF.

Aturan mengenai Tunjangan Profesi Guru biasanya berubah-ubah setiap tahunnya; baik dalam hal waktu pencairan maupun jumlah. Untuk 2018 ini, pemerintah bahkan menaikkan jumlah anggaran sebesar 6% dari tahun sebelumnya.

Kompetensi guru merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pemberian tunjangan diharapkan agar guru mendapat akses yang lebih luas ke ilmu pengetahuan dan segala yang berkaitan dengan pedagogi.