Sudah tau Games education itu apa?




Dalam era digital ini games education sudah sangat akrab ditelinga para pendidik. Beberapa pendidik menggunakan media games education ini untuk membantu kegiatan belajar mengajarnya. Namun apa sih sebenarnya Games Education itu? Dan apa saja manfaat dan bentuknya? Yuk kita ulas bersama!

Games Education adalah permainan yang dirancang secara eksplisit dengan tujuan pendidikan, atau yang memiliki nilai pendidikan insidental atau sekunder. Semua jenis permainan dapat digunakan dalam lingkungan pendidikan. Games education adalah permainan yang dirancang untuk membantu orang belajar tentang subjek tertentu, memperluas konsep, memperkuat pengembangan, memahami peristiwa atau budaya historis, atau membantu mereka dalam mempelajari keterampilan saat mereka bermain. Jenis permainan termasuk permainan papan, kartu, dan video. Game education adalah permainan yang dirancang untuk mengajarkan manusia tentang subjek tertentu dan untuk mengasah keterampilan mereka. Sebagai pendidik, pemerintah, dan orang tua tentu sangat menyadari kebutuhan psikologis dan manfaat dari permainan terhadap pembelajaran, alat pendidikan ini telah menjadi hal umum yang digunakan dalam konsep pembelajaran. Permainan meliputi permainan interaktif yang mengajarkan kita tujuan, aturan, adaptasi, penyelesaian masalah, interaksi, yang diterapkan dalam sebuah permainan. Games Education ini akan membantu kita untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam sistem belajar dengan memberikan kesenangan, keterlibatan langsung dalam penyelesaian masalah, struktur, motivasi, ego gratification, adrenalin, kreativitas, interaksi sosial dan emosi dalam permainan itu sendiri saat pembelajaran berlangsung.

Terdapat dua jenis permainan yang dapat diadaptasikan pada kegiatan belajar mengajar. seperti Video games dan Game-Based Learning. Video game merupakan peralihan games konvesional ke game digital. Dengan peningkatan dan ketersediaan perangkat teknologi, telah terjadi pergeseran dalam jenis permainan yang dimainkan anak-anak. Video atau permainan elektronik telah menjadi lebih banyak digunakan daripada permainan papan tradisional. Barab (2009) mendefinisikan “conceptual play as "a state of engagement that involves (a) projection into the role of character who, (b) engaged in a partly fictional problem context, (c) must apply conceptual understandings to make sense of, and ultimately, transform the context". Tujuan dari Video Game tersebut adalah untuk mendorong "gamer" terlibat dalam narasi digames tersebut sambil belajar keterampilan kognitif dan sosial. Kemampuan untuk membenamkan diri dalam proses permainan memfasilitasi "perwujudan empati" yang terjadi ketika seorang pemain belajar untuk mengidentifikasi dengan karakter yang mereka pilih untuk permainan dan lingkungan virtual dari permainan (Barab, 2009).

Kedua, Game Based Learning adalah jenis permainan yang telah mendefinisikan hasil pembelajaran. Umumnya, pembelajaran berbasis permainan dirancang untuk menyeimbangkan materi pelajaran dengan gameplay dan kemampuan pemain untuk mempertahankan, dan menerapkan materi pelajaran tersebut ke dunia nyata. Anak-anak cenderung menghabiskan berjam-jam bermain petak umpet, belajar langkah-langkah permainan digital, seperti catur, dan terlibat dalam permainan kreatif. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa bermain dan belajar adalah sinonim, yang mengarah ke perkembangan kognitif dan emosional di dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, permainan petak umpet. Penyembunyi yang baik membutuhkan perspektif visual dan spasial untuk menentukan tempat persembunyian terbaik, sementara para pencari harus terampil dalam mencari petunjuk dari lingkungan dan memilih lokasi yang paling memungkinkan bagi penyembunyi di antara berbagai tempat yang mungkin.

Dengan beragam jenis games yang telah dijabarkan tentu sudah dapat membantu kita memberikan metode pembelajaran yang lebih beragam. Manakah metode pembelajaran yang akan kamu gunakan, teachers?