Mau Dapat Sertifikasi Guru? Yuk, Baca Ini Dulu


Sumber : ThoughtCo



Sertifikasi guru bukan semata soal tunjangan profesi. Ada hal lain yang wajib kamu pahami dengan baik.

Sertifikasi guru adalah perkara yang sedang gencar dibicarakan di dunia pendidikan dalam satu dekade terakhir. Menarik karena secara tidak langsung hal ini berkaitan dengan pemberian tunjangan kepada pendidik yang sudah memenuhi syarat tertentu. Nah, buat guru-guru muda sepertimu yang ingin mendapat sertifikasi, ada baiknya membaca artikel ini sampai selesai.

Sertifikasi Guru: Apa dan Bagaimana?

Program sertifikasi guru berlandaskan pada UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang diresmikan tanggal 30 Desember 2005, Pasal 8 yang berbunyi:

“Guru wajib memiliki kualitas akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”.

Tercapainya target pendidikan yang berkualitas salah satunya ditentukan oleh kompetensi pengajarnya. Karena itu, guru dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan diri baik di dalam maupun lingkungan luar sekolah. Makin profesional seorang guru, makin cepat tercapai pula visi mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Nah, salah satu cara untuk meningkatkan profesionalisme seorang pengajar adalah dengan mengikuti sertifikasi. Namun, kamu juga harus ingat kalau tujuan utama sertifikasi bukan semata untuk mendapatkan tunjangan profesi, melainkan bukti bahwa pendidik yang bersangkutan sudah diakui memiliki kompetensi mengajar seperti yang disyaratkan dalam standar kompetensi guru.

Apa Manfaat Sertifikasi Guru?

Manfaat Sertifikasi Guru - kemenag



Guru tersertifikasi memang otomatis mendapat tunjangan profesi. Selain sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru, tujuan lainnya agar yang bersangkutan mendapat akses yang lebih luas ke buku-buku dan sumber ilmu lain yang berkualitas—yang sering kali sulit dijangkau karena kendala biaya.

Sertifikasi guru juga bertujuan untuk:

  • - Melindungi pendidik dari segala praktik pengajaran yang tidak memenuhi kompetensi dan berisiko merusak citra profesi guru
  • - Menghindarkan masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang minim kompetensi dan profesionalisme
  • - Menjaga Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) dari keinginan eksternal maupun tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku

Prosedur Pemberian Sertifikasi Guru

Prosedur Pemberian Sertifikasi Guru - blogspot



Untuk bisa mendapatkan sertifikasi, seorang guru harus mengikuti uji kompetensi guru yang penilaiannya dilakukan lewat portofolio—bukti fisik (dokumen) yang berisikan catatan prestasi dan pengalaman berkarya dalam pengabdiannya sebagai seorang pendidik pada kurun waktu tertentu.

Selain aspek pedagogis, aspek kepribadian dan sosial juga sangat berpengaruh terhadap penilaian. Oleh karena itu, kamu sebagai guru sudah sepatutnya untuk selalu berperilaku baik dalam segala kesempatan. Adapun komponen lengkap penilaian portofolio meliputi:

  1. Kualifikasi akademik
  2. Pendidikan dan pelatihan
  3. Pengalaman mengajar
  4. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
  5. Penilaian dari atasan dan pengawas
  6. Prestasi akademik
  7. Karya pengembangan prestasi
  8. Keikutsertaan dalam forum ilmiah
  9. Pengalaman organisasi dalam kependidikan sosial
  10. Penghargaan yang relevan dalam pendidikan

Nah, itulah hal-hal dasar yang wajib kamu ketahui tentang sertifikasi guru. Yuk, terus semangat tingkatkan kompetensi diri demi terwujudnya pendidikan nasional yang berkualitas.