Bullying pada sekolah, Apa yang harus sekolah lakukan?




Konsentrasi Pendidikan di Indonesia tidak semata-mata hanya pada sistem pendidikan maupun bagaimana penerapannya. Salah satu hal yang penting dalam dunia pendidikan adalah maraknya kasus bullying di sekolah-sekolah yang dilakukan oleh anak kisaran umu 12 hingga 17 tahun. Banyak sekali pemerintah Indonesia kedapatan kasus bullying, menurut Menteri Sosial anak-anak umur 12-17 tahun tersebut hampir 84 % telah mengalami bullying. Tentu hal ini sangat berpengaruh pada psikomatik seorang anak sehingga menyebabkan adanya depresi hingga yang paling fatal bunuh diri



Kasus bullying ini memberikan fakta bahwa pendidikan karakter di Indonesia belum berjalan sempurna sehingga angka kasus ini sangat tinggi.

Apa saja yang bisa dilakukan sekolah untuk mengantisipasi adanya tindakan bullying adalah:

  • 1. Membuat kebijakan dan tindakan yang akan terintegrasi pada semua komponen pendidikan, mulai dari yayasan, sekolah, Guru, orang tua murid, maupun murid itu sendiri. Hal ini dapat membantu untuk mengurangi perilaku bullying dan akan membangun rasa aman bagi anak-anak kasus bullying.
  • 2. Lakukan pengawasan ketat, memberikan sanksi yang tepat bagi anak, serta gencarkan program-program anti bullying di sekolah. Contohnya; permainan anti bullying, tanda dilarang bullying, membangun kasih sayang sesama teman dengan bounding yang kuat, berikan pujian pada hasil karya serta perilaku baik anak,
  • 3. permainan anti bullying, tanda dilarang bullying, membangun kasih sayang sesama teman dengan bounding yang kuat, berikan pujian Sebagai guru sangat penting untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi diantara anak-anak muridnya. Berikan wawasan maupun pelatihan bagi guru untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi kasus bullying.
  • 4. Ajarkan anak-anak untuk dapat meilndungi dirinya (self defense). Bergaul di banyak kegiatan (ekskul, les, kelas lain)
  • 5. Sangat penting bagi guru untuk membangun relasi dengan orang tua murid agar mudah untuk mengamati perilaku anak-anak murid.